Di Indonesia, Angka Bayi yang Terlahir Dengan Penyakit Jantung Bawaan Sangat Tinggi
Penyakit Jantung Keturunan dari Keluarga Akan Mengakibatkan Kematian Pada bayi Setelah Lahir

Penyebab kematian pada bayi dijaman sekarang ini adalah bawaan dari orang tua kandung karena itu membawa gen dari seorang yang terkena penyakit jantung, penyakit yang ditakuti di seluruh dunia adalah penyakit jantung. Bagaimana tidak, penyakit ini sering mncul tiba-tiba dan kebanyakan yang terserang orang yang gemuk dan orang stress berat. Namun, penyakit jantung juga bisa disebabkan karena faktor keturunan dan sudah dimiliki seseorang semenjak lahir.
Para peneliti misal yang dipimpin oleh Prof. dr. Ganesja Harimurti, SpJP(K), memberitahukan ada penelitian jika sebuah penelitian lama yang dilakukan pada tahun 1997, maka 9 dari 1.000 bayi yang lahir di Indonesia memiliki penyakit jantung bawaan. Jika rasio ini ditempatkan pada tingkat kelahiran bayi pada tahun 2015, maka ada kemungkinan ada lebih dari 38 ribu bayi yang terlahir dengan penyakit ini dari sekitar 4 juta kelahiran bayi pada tahun tersebut. Mengejutkan dengan adanya orang setiap harinya setidaknya ada 107 bayi yang telahir di Indonesia yang memiliki penyakit berbahaya ini.
Kebanyakan orang tua tidak tahu bahwa anaknya memiliki bawaan penyakit jantung ini karena memang tidak kelihatan gejala atau kelainan apapun sejak lahir Menurut Prof. Ganesja. Padahal, ada kemungkian anak mengalami masalah layaknya adanya lubang pada sekat jantung atau justru tidak adanya sekat pada bilik jantung. Penyebab dari tidak sempurnanya organ jantung ini bisa berasal dari banyak hal. Sebagai contoh, ibu hamil suka merokok serta banyak mengkonsumsi obat-obatan,juga karena faktor keturunan dari orang tuanya. Jika orang tua kerap melakukan hal ini pada tiga bulan pertama masa kehamilan, maka perkembangan organ jantung bayi tidak terbentuk secara sempurna.
Ciri-ciri anak yang memiliki penyakit jantung bawaan adalah mempunyai ciri-ciri berupa perkembangannya terhambat ,sering terkena sakit batuk dan sakit panas, sangat mudah lelah meskipun tidak melakukan banyak aktifitas. Orangtua pun harus segera memeriksakan kondisi ini ke dokter jika anak mulai menunjukan tanda-tanda ini sehingga bisa dilakukan penanganan medis yang sesuai.
Comments
Post a Comment